SELEDRI (Apium Graveolens L.)

Klasifikasi Tanaman Seledri
Kingdom         : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Super Divisi    : Spermatophyta
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Apiales
Famili              : Apiaceae
Genus              : Apium
Spesies            : Apium graveolens L.
Gambar 1. Tanaman Seledri
Morfologi Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)
Batang             : Tidak berkayu, beralus, beruas, bercabang, tegak, hijau pucat.
Daun               : Tipis majemuk, daun muda melebar atau meluas dari dasar, hijau
mengkilat, segmen dengan hijau pucat, tangkai di semua atau kebayakan daun merupakan sarung.
Daun bunga     : Putih kehijauan atau putih kekuningan ½ -3/4 mm panjangnya.
Bunga              : Tunggal, dengan tangkai yang jelas, sisi kelopak tersembunyi
daun bunga putih kehijauan atau merah jambu pucat dengan ujung yang bengkok. Bunga betina majemuk yang jelas,tidak bertangkai atau bertangkai pendek, sering mempunyai daun berhadapan atau berbatasan dengan tirai bunga.
Tirai bunga    : Tidak bertangkai atau dengan tangkai bunga tidak lebih dari 2 cm panjangnya.
Buah                : Panjangnya sekitar 3 mm, batang angular, berlekuk, sangat
 aromatik.
Akar                : Tebal

Habitat dan Penyebaran Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)
Berasal dari Eropa Selatan, sekarang ada dimana-mana banyak ditanam orang untuk diambil daun, akar, dan buahnya.

Kandungan Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)
Seluruh herba seledri mengandung glikosida apiin (glikosida flavon), isoquersetin, dan umbelliferon. Juga mengandung mannite, inosite, asparagine, glutamine, choline, linamarose, pro vitamin A, vitamin C, dan B. Kandungan asam-asam dalam minyak atsiri pada biji antara lain : asam-asam resin, asam-asam lemak terutama palmitat, oleat, linoleat, dan petroselinat. Senyawa kumarin lain ditemukan dalam biji, yaitu bergapten, seselin, isomperatorin, osthenol, dan isopimpinelin (Sudarsono dkk., 1996).

Kegunaan dan Khasiat Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)
Secara tradisional tanaman seledri diguanakan sebagai pemacu enzim pencernaan atau sebagai penambah nafsu makan, peluruh air seni, dan penurun tekanan darah. Di samping itu digunakan pula untuk memperlancar keluarya air seni, mengurangi rasa sakit pada rematik dan gout, juga digenakan sebagai anti kejang. Selebihnya daun dan batang seledri digunakan sebagai sayur dan lalap untuk penyedap masakan 

Kandungan Serta Sifat Fisika Kimia Dari Zat Aktif Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)
Daun seledri mengandung senyawa apiin, apigenin, manitol, inositol, asparagina, glutamina, kolina, linamarosa kalium dan natrium. Apiin merupakan zat aktif utama yang terkandung di dalam tanaman seledri. Di dalam tubuh, apiin (glikosida flavonoid) dapat terhidrolisis menjadi gula dan aglikon apigenin. Apigenin merupakan zat aktif yang berkhasiat untuk mengatasi inflamasi. Apigenin terbentuk dari proses hidrolisis apiin yang dibantu oleh asam lambung (HCl)
Gambar 2. Struktur zat aktif apigenin dalam tanaman seledri
Sifat fisika kimia zat aktif Apiin dalam Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)
Sifat fisika:
·         tahan pemanasan,
·         titik lebur 349-350 C
·         tidak stabil terhadap cahaya, oksidasi dan perubahan kimia
·         bersifat polar karena ada gugus OH nya
·         rasanya pahit
·         baunya aromatis
Sifat Kimia :
·        rumus molekul : C15H10O5
BM : 270,23 g/mol

Mekanisme Zat Aktif Apigenin dalam Tanaman Seledri Sebagai Antiinflamasi
Gambar 3. Mekanisme Apigenin dalam tanaman seledri sebagai antiinflamasi
Mekanisme apigenin sebagai anti inflamasi adalah dengan menghambat enzim merupakan aglikon flavonoid yang mana mekanisme kerja anti inflamasinya menghambat enzim A2 Fosfolipase, Siklooksigenase, dan Lipooksigenase sehingga menghambat pembentukan mediator inflamasi prostaglandin dan leukotrine.

Alternatif cara penyarian tanaman seledri
Ekstraksi/penyarian adalah kegiatan penarikan kandungan kimia yang dapat larut sehingga terpisah dari bahan yang tidak larut dengan pelarut cair.  Ekstraksi lebih efisien jika dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut yang lebih kecil dari pada jika jumlah pelarutnya banyak namun ekstraksinya hanya dilakukan sekali. Jenis ekstraksi dan bahan ekstraksi yang digunakan sangat tergantung dari sifat fisika kimia zat aktif yang ingin disari
Seledri merupakan senyawa flavonoid yang bersifat polar karena mempunyai sejumlah gugus hidroksil bebas atau suatu gula, sehingga akan larut dalam pelarut polar seperti air, etanol, metanol, butanol, aseton, dimetilsulfoksida, dimetilformamida. Untuk pemakaian sendiri, perebusan seledri dengan air selama 15 menit (mulai dari air mendidih) dapat menjadi alternatif pembuatan obat tradisional. Apiin dan apigenin memiliki gugus hidroksil dan keton yang bersebelahan yang dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam Al. Sehingga untuk perebusan dengan air tidak boleh menggunakan panci aluminum tetapi dianjurkan menggunakan wadah berbahan tanah liat ataupun stainless steel.


EmoticonEmoticon